Cara Menanam Budidaya Pare Pot Polybag

Cara Menanam Budidaya Pare Pot Polybag – Sayuran Pare merupakan tanaman yang memiliki rasa yang pahit yang khas. Walaupun memiliki rasa pahit, namun siapa sangka bahwa rasa pahitnya Pare tersebut merupakan daya tarik tersendiri bagi tanaman pare ini.

Tidak hanya itu, tanaman pare juga banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Pare banyak dimanfaatkan untuk dijadikan sayuran, Rasanya yang pahit ternyata memiliki khasiat tersendiri.

Ya, tanaman pare memiliki khasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Contoh penyakit yang dapat diobati seperti mengobati gangguan pencernaan, sebagai obat cacing, obat diabetes, dapat merangsang nafsu makan, sebagai antibiotik, dan lain sebagainya. Pare memiliki khasiat untuk mengobati beberapa penyakit karena di dalam buah pare mengandung zat gizi.

Advertisement

Contoh zat gizi di dalam buah pare seperti karbohidrat, betakaroten, kalori, lemak, likopen, lemak, zat besi, kalsium, serat, natrium, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, dan lain sebagainya.Cara Menanam Budidaya Pare Pot Polybag

Tanaman pare atau peria dapat hidup di aerah yang memiliki ketinggian 1400 meter diatas permukaan laut. Keasaman tanah atau pH tanah yang cocok untuk budidaya pare adalalh 4-7. Bagaimana cara membudidayakan pare yang baik. Cara membudidayakan pare yang baik adalah seperti di bawah ini.

Cara Menanam Budidaya Pare Pot Polybag

Tanaman pare adalah tanaman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Pare memiliki rasa yang pahit. Rasa yang pahit tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi tanaman pare. Tidak hanya itu, budidaya pare juga sudah banyak dilakukan oleh petani. Budidaya pare bukanlah hal yang sulit. Karena itulah banyak yang ingin membudidayakan pare.

Bagaimanakah cara membudidayakan pare? Di bawah ini akan dijelaskan mengenai penanaman dan pemeliharaan tanaman pare.

Mempersiapkan Benih Pare terbaik

Tanaman pare merupakan tanaman yang diperbanyak dengan menggunakan biji. Benih tanaman pare dapat dibuat sendiri. Cara membuat benih pare adalah seperti beriku ini.

  • Tanaman pare yang digunakan untuk benih diambil dari buah yang telah masak pohon.
  • Buah pare yang dipakai haruslah sehat, memiliki produktivitas yang tinggi, dan tidak pernah terserang hama atau pun penyakit.
  • Setelah memiliki buah pare yang akan dijadikan benih, selanjutnya buah dibelah menjadi dua.
  • Ambil biji pare.
  • Jemur biji dibawah sinar matahari.

Namun, apabila tidak ingin membuat benih sendiri, benih juga bisa dibeli di toko pertanian. Benih yang dibeli harus memiliki sertifikat. Baik benih yang dibuat sendiri maupun benih yang dibeli, sebelum dipakai sebaiknya diseleksi terlebih dahulu.Cara Menanam Budidaya Pare Pot Polybag

Cara menyeleksinya adalah dengan merendam benih di dalam air hangat selama setengah jam. Benih yang baik ditandai dengan benih tersebut tenggelam.

Sedangkan benih yang mengambang berarti benih tersebut tidak baik dan jangan dipakai.

Penyemaian Benih Pare

Sebelum ditanam, sebaiknya benih disemai terlebih dahulu. Menyemai benih dapat dilakukan dilahan terbuka. Cara menyemai benih pare adalah seperti berikut ini.

  • Sediakan lahan terlebih dahulu.
  • Gemburkan tanah dengan cara dicangkul.
  • Buatlah bedengan dengan ukuran 200 cm x 100 cm dan tingginya 30 cm.
  • Taburkan pupuk kandang yang telah masak diatas lahan.
  • Campurkan tanah bedengan dengan pupuk kandang yang telah masak hingga tercampur merata.
  • Taburkan benih secara merata di atas bedengan..
  • Tutuplah dengan menggunakan tanah yang tipis.

Pemeliharaan persemaian harus dilakukan setiap harinya agar mendapatkan bibit yang baik. Setelah berusia kira-kira 14 hari, bibit persemaian dapat ditanam di lahan terbuka.

Penanaman pare yang benar

Tanaman pare merupakan tanaman yang diperbanyak dengan menggunakan biji. Sebelum ditanam, terlebih dahulu benih pare disemai. Setelah disemai, barulah penanaman dapat dilakukan. Selain melewati proses persemaian terlebih dahulu, benih pare juga bisa ditanam di lahan secara langsung tanpa melewati proses persemaian. Bagaimana cara menanam benih tanpa melalui proses persemaian? Caranya adalah sebagai berikut.

  • Gemburkan tanah terlebih dahulu dengan cara dicangkul.
  • Buatlah bedengan dengan tinggi 30 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, dan lebar 150 cm.
  • Taburkan pupuk kandang yang telah matang diatas lahan.
  • Campurkan pupuk kandang dengan tanah.
  • Buatlah lubang tanam dengan kedalaman per lubangnya 6 cm.
  • Masukkan benih di dalam lubang.
  • Satu buah lubang diisi dengan 3 biji.
  • Tutup lubang tanam dengan menggunakan tanah.

Perawatan harian Tanaman Pare

Setelah ditanam, selanjutnya pemeliharaan perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil pare yang baik. Ada bebebrapa kegiatan yang perlu dilakukan ketika memelihara tanaman pare. Dan beberapa diantaranya adalah seperti di bawah ini.Cara Menanam Budidaya Pare Pot Polybag

Advertisement
  • Penyiangan Pare

Penyiangan dapat dilakukan pada saat gulma atau rumput liar telah meninggi. Cara melakukan penyiangan adalah dengan mencangkul tanah yang ditumbuhi gulma, setelah itu barulah gulma dapat dicabut. Buanglah gulma yang telah dicabut di tempat yang jauh dari lingkungan penanaman.

  • Penyiraman Pare Harian

Pada saat sore hari setelah penanaman berlangsung, bibit perlu disiram. Setelah itu, penyiraman dapat dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.

Kebutuhan akan air tanaman pare termasuk banyak. Apabila penyiraman tidak dilakukan secara rutin, maka tanaman pare dapat saja mati.

  • Pembuatan para-para Pada Pare.

Para-para merupakan tempat pembuatan rambatan bagi tanaman pare. Tanaman pare merupakan tanaman merambat, untuk itulah pembuatan para-para harus dilakukan.pare hibrida unggul

Para-para atau tempat rambatan dibuat dari belahan bambu dengan panjang 200 cm. Para-para yang dibuat bentuknya harus menyerupai kotak. Dengan begitu, tanaman akan tumbuh dengan tertata.

  • Penyulaman Benih Pare Mati.

Penyulaman merupakan penggantian bibit yang telah mati. Biasanya penyulaman dilakukan pada saat satu minggu setelah tanam. Tidak hanya bibit yang mati saja yang harus diganti, bibit yang pertumbuhannya kurang baik pun harus diganti dengan bibit baru.

  • Pupuk terbaik Tanaman Pare.

Untuk meningkatkan produktivitas tanaman pare, pemupukan anorganik perlu dilakukan. Pemupukan anorganik dapat dilakukan 21 hari setelah penanaman berlangsung. Pupuk yang diberikan berupa pupuk NPK.

  • Pemangkasan Pare melebatkan Buah

Dalam satu periode penanaman, pemangkasan tanaman harus dilakukan dua kali. Pemangkasan bertujuan agar tanaman dapat berproduksi lebih tinggi lagi. Cara memangkas tanaman pare adalah dengan memotong bagian cabang tanaman.

Pengendalian Hama Penyakit Pare.

Tanaman pare merupakan tanaman yang memiliki rasa yang pahit. Walaupun memiliki rasa yang pahit, namun tanaman pare ini banyak yang mengonsumsinya. Banyaknya kandungan zat gizi di dalam pare membuat sebagian orang memilih mengonsumsi pare.

Karena banyak yang mengonsumsi pare membuat tanaman pare juga banyak dibudidayakan. Budidaya pare telah banyak dilakukan oleh petani di Indonesia. Budidaya pare sangatlah mudah dilakukan. Karena mudah dilakukan membuat banyak petani yang mulai membudidayakan pare.

Tidak hanya itu, tanaman pare juga jarang sekali terserang hama atau penyakit. Berbeda dari jenis sayuran lainnya yang sering terserang hama dan penyakit. Apa yang membuat tanaman pare jarang diserang oleh hama atau pun penyakit? Hal ini dikarenakan rasa tanaman pare yang pahit yang membuat serangga penyebab adanya hama atau penyakit tidak mau menyerang tanaman pare ini.

Karena itulah budidaya pare terkesan tidak sulit karena hama atau penyakit jarang menyerang tanaman ini. Akan tetapi, tanaman pare juga ada yang terserang hama dan penyakit. Namun sangat jarang dan jika pun ada hanya ada satu atau tiga jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman pare. Lantas, apa-apa saja jenis hama dan penyakit yang kadang-kadang menyerang tanaman pare?

Jenis-jenis hama dan penyakit yang kadang-kadang menyerang tanaman pare diantaranya adalah seperti berikut ini.

  • Lalat buah merupakan jenis hama yang menyerang bagian buah tanaman. Penyerangan hama ini dilakukan dengan cara memasukkan telur-telurnya ke dalam buah tanaman. Setelah telur menetas, telur-telur tersebut akan menjadi ulat. Ulat itulah yang akan menyerang buah tanaman. Dengan begitu, buah akan menjadi rusak. Apabila penyerangannya telah parah, maka semua buah akan rusak karena dimakan oleh ulat.
  • Hama oteng-oteng atau yang juga disebut hama lembing ini menyerang bagian daun tanaman. Penyerangan yang parah akan mengakibatkan seluruh bagian daun menjadi habis dan hanya tinggal tersisa tulang daunnya saja. Penyerangan hama ini akan mengakibatkan proses fotosintesis menjadi terganggu.
  • Penyakit embun bulu merupakan jenis penyakit yang menyerang bagian daun tanaman. Gejala awal dari penyerangan ini adalah timbulnya bercak kuning pada daun dan pada bagian bawah daun tanaman akan terlihat bulu-bulu berwarna ungu.Cara Menanam Budidaya Pare Pot Polybag

Pencegahan hama dan penyakit bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lahan. Tidak hanya itu, ketika sudah waktunya buah telah muncul, sebaiknya buah dibungkusĀ  dengan menggunakan plastik.

Untuk pencegahan hama dan penyakit yang menyerang tanaman pare adalah dengan menyemprotkan cairan insektisida sesuai dengan dosis yang telah ditentukan.

Umur Panen Tanaman pare

Tanaman pare dapat dipanen pada saat berusia 60 hari setelah tanam. Cara memanen tanaman pare adalah dengan memotong tangkai buah pare. Pemotongan dapat dilakukan dengan menggunakan gunting setek atau pisau yang telah steril.

Demikian penjelasan lengkap tentang cara menanam budidaya pare pot polybag yang bisa langsung anda praktekkan di rumah.semoga berguna dan bermanfaat.Artikel terkait

Advertisement
Cara Menanam Budidaya Pare Pot Polybag | admin | 4.5