Cara Penanganan Pasca Panen Jagung Manis Secara Benar

Cara Penanganan Pasca Panen Jagung Manis Secara Benar – Kegiatan pascapanen jagung merupakan proses melakukan grading, pengemasan, dan penyimpanan. Kegiatan pascapanen ini dilakukan oleh petani mana saja yang membudidayakan suatu tanaman salah satunya adalah petani jagung manis.

Jagung manis merupakan tanaman yang apabila sudah dipetik tetapi masih tetap dapat berkurang mutunya.

Advertisement

Mutu dari jagung manis akan berkurang apabila tidak dilakukan kegiatan pascapanen ini. Tidak hanya mutu, tetapi terdapat perubahan lainnya yang terjadi apabila jagung manis tidak dilakukan penanganan pascapanen. Contohnya seperti perubahan pada rasa jagung, bentuk jagung, dan beberapa perubahan lainnya.

Cara Penanganan Pasca Panen Jagung Manis Secara Benar

Cara Penanganan Pasca Panen Jagung Manis Secara Benar

Di dalam melakukan kegiatan pascapanen, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan. Hal-hal yang dapat kita lakukan diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Lakukan penyortiran

Penyortiran merupakan proses melakukan pemisah-misahan antara jagung manis yang bermutu dengan yang tidak bermutu. Antara tongkol yang berkualitas diletakkan di tempat yang berbeda dengan jagung manis yang tidak bermutu. Untuk melihat bermutu atau tidaknya jagung manis dapat dilakukan dengan cara melihat bagian luar jagung tersebut.

Apabila masih dalam keadaan bagus dan tidak ada pembusukan disalah satu sisinya berarti itu adalah jagung yang bermutu. Tidak hanya itu saja, penyortiran juga dapat didasarkan pada ukuran dari jagung tersebut.

Pisahkan antara jagung yang berukuran lebih kecil dengan ukuran yang lebih besar.Baca juga Cara Pembibitan Varietas Jagung Manis Hibrida Panduan Pemula

Advertisement
  • Merapikan tongkol

Pada umumnya, tongkol jagung masih belum tertata dan perlu dirapikan. Merapikan tongkol dapat dilakukan dengan cara memotong tongkol tersebut dengan menggunakan pisau atau gunting khusus untuk merapikan tongkol.

  • Membuang klobot terluar

Klobot merupakan bagian yang digunakan untuk melapisi jagung manis tersebut. Pada saat pemanenan berlangsung, klobot tidak boleh dibuang. Namun, ketika sudah masuk ke tahap pascapanen, klobot perlu dibuang. Akan tetapi, klobot yang dibuang bukanlah seluruh klobot melainkan hanya klobot bagian luar saja. Itu pun hanya dua lapis klobot saja yang perlu dibuang.

  • Pengemasan

Pengemasan jagung manis dapat dilakukan dimana saja. Namun, yang paling baik adalah dikemas di dalam plastik. Untuk plastik yang berukuran besar dapat diisi lebih kurang satu kilogram jagung manis atau kira-kira 5-7 tongkol jagung manis.Simak juga Pengendalian Hama Pada Jagung Manis Terbukti Ampuh

Pengemasan juga dapat dilakukan di dalam karung plastik, keranjang, atau goni. Wadah untuk pengemasan disesuaikan dengan tujuan pemasaran. Apabila pemasaran dilakukan di supermarker, maka pengemasan dapat dilakukan di plastik transparan. Plastik mempunyai fungsi sendiri.

Fungsi plastik adalah untuk mencegah kehilangan air, memperpanjang kesegaran, menjaga kelembapan, melindungi tongkol dari kerusakan mekanis, serta dapat mencegah kontaminasi serangga dan debu.

  • Penyimpanan

Apabila tidak segera didistribusikan, simpan segera jagung yang telah dikemas di dalam wadah berpendingin untuk mengurangi proses pembusukan yang cepat. Penyimpanan dapat dilakukan di tempat yang dingin dengan temperatur 2-4 derajat celcius.

Tujuan dari penyimpanan sendiri adalah untuk mempertahankan kemanisan hingga lima hari kedepannya.Inilah Cara Penanganan Pasca Panen Jagung Manis Secara Benar semoga membantu.Tulisan terkait Penyakit Jagung Manis Susah Di obati Paling Mematikan

Advertisement
Cara Penanganan Pasca Panen Jagung Manis Secara Benar | admin | 4.5